Kisah gadis desa dan penjaga wartel

Ada seorang gadis desa dengan ragu-ragu masuk ke Wartel 24 jam pada waktu tengah malam. Perempuan itu kemudian berbicara dengan cowok Penjaga Wartel tersebut.

Perempuan: “Mas, aku mau pakai telpon tapi aku nggak punya uang.

Penjaga: Lha, mana bisa pakai telpon tapi tidak bayar.”

Perempuan: “Tapi ini penting sekali dan saya harus telpon ibu saya dikampung.”

Penjaga: “Ya, itu kan masalah anda pribadi tetapi kalau telpon disini yah… harus bayar.”

Perempuan: “Tolonglah mas, ini benar-benar penting… Saya mau melakukan apa saja yang penting saya harus bisa telpon ibu saya dikampung.”

Penjaga itu berpikir sebentar dan tiba-tiba dia tersenyum…

Penjaga: “Benar ya?, begini aja saya bisa bantu mBak untuk telpon ke kampung tapi mBak harus mau mengikuti kemauan saya.”

Perempuan itu kemudian dengan ragu-ragu menganggukkan kepalanya tanda setuju.

Penjaga: “Mbak, ikut saya ke belakang (sambil tersenyum mesum)”
Kemudian dengan dituntun oleh Penjaga Wartel, mereka berdua berjalan kebagian belakang Wartel.

Penjaga: “Sekarang mBak harus jongkok katanya sambil berdiri dihadapan si mBak.”

Penjaga itu kemudian membuka celananya dan mengeluarkan “anu”nya pas didepan wajah si mBak yang dalam posisi jongkok.

Penjaga: “Ayo…” (katanya dengan tidak sabar)

Perempuan itu kemudian dengan sangat ragu-ragu dan perlahan menggenggam “anu” si Penjaga. Penjaga itu benar-benar sudah BT (birahi tinggi) dan mulai habis batas kesabarannya.

Penjaga: Ayo cepat… tunggu apa lagi? … kamu jadi mau telpon atau tidak..?

Perempuan itu dgn gemetar mendekati “anu” dalam genggamannya… dan berkata, “Halo… Halo…, ini Ibu ya?

Published in: on Februari 22, 2010 at 9:52 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

Kualat gara-gara selingkuh ama bini orang

Kualat gara-gara selingkuh ama bini orang

Kang Dadang kesel,dongkol dan BT banget,lalu dia curhat dateng kerumah Kang Tatang sobat karibnya

Kang Dadang:”Gue kesel banget!”

Kang Tatang :”Oh ya? Kenapa emang?”

“Semalem gue kenalan AMA cewek cakep di cafe, trus Kita ke rumahnya, dia ngajakin begituan, pas Kita MO buka baju, tau-tau suami nya dateng. Kaget gue langsung lompat ke jendela kamar sambil ngumpet gantungan di bawah jendela dengan jari gue!”

“Wah, sial banget lo” sahut Kang Tatang. “Yeah, tapi itu belum apa-apa” lanjut Kang Dadang.Bayangin gua gelantungan dijendela,pegelnya itu loh, “Pas suaminya masuk kamar ngeliat istrinya, dia ngomong ‘Wah… Kebetulan kamu udah telanjang, bentar aku kencing dulu’. Lalu tau gak, si suami brengsek jorok itu kencing lewat jendela pas kena kepala gue”

“Ya ampun!” Kang Tatang geleng-geleng kepala.

“Pantesan aja loe kesel banget”

“Yeah, tapi bukan itu yang bikin gue kesel”,kata Kang Dadang “Udah itu, aku dengerin mereka begituan mesra banget. Setelah mereka selesai suaminya ngebuang kondom nya keluar jendela, tau gak jatuh dimana? Pas di kepala gue!”

“Busyet, loe apes banget!” kata temennya “Bentar gue belum selesai, yang bikin gue lebih kesel lagi pas suaminya mau buang air, ternyata toiletnya rusak, jadi dia berak sambil Jongkok di pinggir jendela, pas jatuh diatas kepala gue!”

“Wah..wah, pasti lengkap deh penderitaan loe” sahut Kang Tatang “Yeah… Yeah… Tapi loe tau gak, yang paling bikin gue KESEL… KESEL… KESEEELL banget? Pas gue liat kebawah ternyata kaki Gue jaraknya cuma 10 centi dari tanah…”

Published in: on Februari 22, 2010 at 9:33 am  Komentar (4)  
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.